6.08.2014

Cinta Rudi Buat Ayunda(cerpen)


5-mitos-cinta-unik-dan-populer-percaya-atau-tidak.jpgCINTA  RUDI  BUAT  AYUNDA

Cerita in bermuka si sebuah sekolah parubaya peniggalan Belanda, disamping kuburan. Bangunan modernnya menutupi sejarah. Tapi bukan sisi mistisnya ynag akan di ceritakan disini, tapi lebih ke sisi subjektif pandangan sesorang.
Cerita ini dimulai pada siang hari menjelang siang, yaitu sekitar jam 10.15 waktu setempat. Saat itu sedang diadakan debat diskusi Bahasa Indonesia. Saat itu sedang terjadi perdebatan antara tim penyaji dan tim penanggap. Suasana debat terasa sangat panas, ini bisa diketahui dari jumlah murid yang sedang merebus telur di tempat itu.
Suasana itu hampir mereda ketika guru Bahasa Indonesia, Ibu KP(inisial) yang ada lah pembina dabat diskusi itu akan angkat bicara. Tapi, dari dusut ruangan yang remang-remang muncul sebuah tangan yang mengancung keatas.  Melihat dari posisi tempat duduk itu, moderator bak tersambar petir. Siapa lagi orang itu kalau bukan, Ayunda.
“Si.. si.. silakan saudara, eh maksud saya, saudari ayunda” kata moderator gagap setengah mati. Sebenarnya moderator terkena gejala struk ringan, jadi, dia gugup setengah mati  secara harfiah.
“Terima kasih saudara moderator tapi, kamu taukan perkataanmu itu bisa masuk menjadi kritik?” katanya tenang
Moderator seperti terkana tamaparan di pipi kiri, yang dilakukan oleh tangan kiri yang baru keluar dari kamar mandi.
“tapi sudahlah, jawabannya menurut saya adalah opini! Karena in merupakan ungkapan dari pemimpin redaksi” katanya tegas.
            Seluruh isi ruangan terdiam, tidak ada yang bersuara, kecuali Yudi yang saat itu sedang kesurupan, tapi dia bisa kita abaikan.
            “Ka.. ka.. karena perbedaan pendapat, akan saya serahan kepada ibu KP
            Ibu KP berdiri, menunjuk Ayunda, dan berkata dangan jelas, “Iya! Ini opini!”

cinta.jpg            Disisi lain kelas, adalah Rudi seorang remaja tanggung yang sangat mengagumi sosok Ayunda. Debat diskusi itupun terus berlanjut sampai dihentikan oleh bunyi bel.
Sesaat setelah bel berbunyi, beberapa murid pergi kekantin untuk jajan dan ada yang bermain game di kelas. Layaknya remaja seusianya, Rudipun pergi kentin untuk membeli eskrim. Dia membeli eskrim penyet, sejenis ayam penyet, tapi eskrim.
Saat dia kembali kekelas, entah kenapa kelasnya tiba-tiba ramai. Apakah Yudi membuat ulah lagi? Atau mungkin ada kuda lumping nyasar masuk kelas? Setan yang akhirnya memikirkan bahwa pendidikan itu adalah hal nomor satu? Entahlah, dia pun bingung, gitu juga saya sebagai orang ketiga tunggal yang biasa dibicarakan pada saat guru Bahasa Ingin mengetahui unsur instrinsik sebuah cerpen. Padahal aku punya nama, kanapa aku selalu disebut ‘orang ketiga tunggal’? rasis, aku menemukan ini rasis. Tapi sudahlah..
Rudi bingung mendapati kelasnya yang ramai tak karuan seperti masa bayaran pada saat pesta rakyat. Lalu dia berpikir untuk mamanjat sebuah pohon, tapi dipohon itu sudah ada Zakeus.  Kenapa dikelas ada pohon? Kenapa kalian pembaca memanggilaku orang ketiga tunggal? Kita impas disitu. Dengan takad yang dibulatkan, sebulat lingkaran di kertas LJK ujian, di berusaha menerobos lautan manusia. Tapi pertama dia harus bisa menerobos pantai manusia. Setelah menerobos pantai manusia ynag penuh sesak dengan penjaja makanan kecil, dan sampah plastik tentunya.
Setelah berusaha keras, dia akhirnya menuju ke barisan depan, disana dia akhirnya tahu apa yang membuat semua keramaian itu. Untuk membuat penasaran pembaca diharapakan memikirkan jawabannya sesaat sebelum melanjutkan membaca. Atau anda langsung saja melanjutkan membaca, saya ini cuman orang ketiga tunggal bukan polisi.
Ternyata Ayunda-lah penyebab semua kekacauan ini. Ternyata Ayunda sedang bernyanyi lagu ‘Perahu Kertas’ sambil bermain gitar dan diriingi oleh funky papua, yang adalah finalis IMB favorit orang ketiga tunggal. Melihat permainan gitar Ayunda yang dibarengi suara emas 14 karatnya membuat Rudi meleleh, begitu juga eskrim yang dipegangnya meleleh, karena dijilat oleh Yudi.
  
cinta222.jpgTiba-tiba bel berbunyi menandakan berakhirnya masa pemerintahan suharto istirahat.
Semua orang yang tadi berkumpul ramai, perlahan mulai sepi, mereka semua keluar dangan perasaan bahagia yang teramat sangat. Begitu juga pak Dahlan Iskan yang entah kenapa ada disitu.
“Wew, kau berbakat kali ya Ayunda, jago di pelajaran, jago juga di musik” kata Rudi kepada Ayunda
            “Gak ah, Rud. Aku itu main biasa aja, masi banyak kali orang yang lebih hebat dari pada aku” jawab Ayunda kepada Rudi
            Mendengar perkataan Ayunda, makin jatuh cintalah Rudi terhadap wanita berambut ikal panjang berkacamata ini. Berawal dari perasaan suka, telah membawa Rudi ke rasa cinta. Apa itu cinta? Cinta adalah anak perempuan Uya Kuya, tapi bukan jawaban ini yang dicari remaja seperti Rudi. Dia ingin mengetahui arti cinta melalui Ayunda. Dan saat ini menurutnya, Cinta itu adalah harapan.
            Sejak saat itu, Rudi mulai ‘mengkoleksi’ foto Ayunda. Mencari segala macam bentuk informasi tantang Ayunda. Mulai dari hobi, makes, mikes, nama orangtua, foto instagram, tweet terakhir, status FB teranyar dan sebagainya.
            Sampai pada suatu waktu, dia memutuskan untuk mengumpulkan duit, karena ulang tahun Ayunda sebentar lagi. Dia belum punya pekerjaan, jadi dia memutuskan dari pada mencari uang, dia akan menabung, menabung dari mana? Dari uang jajan hariannya. Ulang tahun Ayunda sekitar 2 bulan lagi. Jadi dia mulai menbung dari sekarang. Hari-hari menabung, bukannlah hari yang menyenangkan. Sering kali untuk menutup lapar, dia membeli permen untuk mencairkan suasana mulut dan minum banyak air yang dibawa dari rumah. Hidupnya memang terasa begitu dramatis. Tapi dari situ dia tahu, cinta itu juga tentang perjuangan.
            Hari ulang tahun Ayunda tinggal menghitung hari. Uang yang ditabung selama ini akhirnya jatuh kepada sebuah jaket kotak kotak berwarna merah marun. Dengan harapan, dengan jaket itu, Ayunda jadi lebih memeperhatikan Rudi. Jaket kotak merah marun itu di bungkus dengan bungkus kado bergambar sepasang boneka beruang yang duduk saling berpelukan, dengan maksud, eh, ngerti lah..

1.jpg            KETIKA TIBA HARI ULANG TAHUN AYUNDA KENAPA CAPSLOCKU HIDUP TERUS!! Oke, ini lebih bagus. Ketika tiba hari ulang tahun Ayunda, semua teman sekelas merayakannya pada saat istarahat pertama, dimeriahkan juga oleh teman teman dari kelas yang lain dan artis ibukota. Saat bersiap untuk memberikan hadiah dia juga sudah menyiapakan mawar yang ada tulisan” Hei, Selamat Ulang Tahun ya, Ayunda. Tetap manis selalu, ya..”
            Untuk orang awam memang kata kata terdengar alay, tapi di telinga remaja seusia Rudi, kata kata itu tetap alay. Saat dia mendekati Ayunda, menerobos keramaian, menjaga langkahnya, tiba-tiba keramaian itu makin menjadi, Rudi tertutup badan orang orang yang makin ramai, dia makin penasaran, ini bukan jenis keramain yang biasa, ini jenis keramaian yang terkesan ekstraordineri. Dia berusaha melihat melalui celah yang ada, dia berusaha menerobos melalui bawah kaki semua orang, sampai diujung dia melihat Ayunda berkata, ya, aku mau! Apakah kalian berpikir seperti apa yang kupikirkan atau aku berpikir seperti apa yang kalian pikirkan? Entahla, tapi saat melihat kejadaian itu seluruhnya, Rudi sadar, dia harus menyimpan bunga itu untuk beberapa waktu atau mungkin untuk selamanya.
            Saat kerumunan mulai berkurang dia mendekati Ayunda yang sedang memegang tangan orang lain.
            “hei Yunda, selamat ulang tahun ya..” kata Rudi kepada Ayunda dengan suara berat sambil memberikan hadiahnya.
            “eh Rudi. Mekasi banyak yaa..” jawab Ayunda.
            “Iya, longlast ya..” kata Rudi lagi dengan suara yang lebih berat
            “Iya Rud. Amin!” jawab Ayunda lagi, sambil mamatahkan hati Rudi.
Saat berbalik di melihat telepon genggagmnya, melihat foto Ayunda, menekan pilihan, lalu memilih ‘hapus’. Saat itu dunia terasa lebih berat. Dia melihat kebelakang dan dia berpikir lagi arti cinta. Cinta itu bukan tentang memiliki, tapi tentang kebahagiaan.


--TAMAT--