CINTA RUDI BUAT AYUNDA
Cerita
in bermuka si sebuah sekolah parubaya peniggalan Belanda, disamping kuburan.
Bangunan modernnya menutupi sejarah. Tapi bukan sisi mistisnya ynag akan di
ceritakan disini, tapi lebih ke sisi subjektif pandangan sesorang.
Cerita
ini dimulai pada siang hari menjelang siang, yaitu sekitar jam 10.15 waktu
setempat. Saat itu sedang diadakan debat diskusi Bahasa Indonesia. Saat itu
sedang terjadi perdebatan antara tim penyaji dan tim penanggap. Suasana debat
terasa sangat panas, ini bisa diketahui dari jumlah murid yang sedang merebus
telur di tempat itu.
Suasana
itu hampir mereda ketika guru Bahasa Indonesia, Ibu KP(inisial) yang ada lah
pembina dabat diskusi itu akan angkat bicara. Tapi, dari dusut ruangan yang
remang-remang muncul sebuah tangan yang mengancung keatas. Melihat dari posisi tempat duduk itu,
moderator bak tersambar petir. Siapa lagi orang itu kalau bukan, Ayunda.
“Si..
si.. silakan saudara, eh maksud saya, saudari ayunda” kata moderator gagap
setengah mati. Sebenarnya moderator terkena gejala struk ringan, jadi, dia
gugup setengah mati secara harfiah.
“Terima
kasih saudara moderator tapi, kamu taukan
perkataanmu itu bisa masuk menjadi kritik?” katanya tenang
Moderator
seperti terkana tamaparan di pipi kiri, yang dilakukan oleh tangan kiri yang
baru keluar dari kamar mandi.
“tapi
sudahlah, jawabannya menurut saya adalah opini! Karena in merupakan ungkapan
dari pemimpin redaksi” katanya tegas.
Seluruh isi ruangan terdiam, tidak ada yang bersuara,
kecuali Yudi yang saat itu sedang kesurupan, tapi dia bisa kita abaikan.
“Ka.. ka.. karena perbedaan pendapat, akan saya serahan
kepada ibu KP
Ibu KP berdiri, menunjuk Ayunda, dan berkata dangan
jelas, “Iya! Ini opini!”
Disisi lain kelas, adalah Rudi seorang
remaja tanggung yang sangat mengagumi sosok Ayunda. Debat diskusi itupun terus
berlanjut sampai dihentikan oleh bunyi bel.
Sesaat
setelah bel berbunyi, beberapa murid pergi kekantin untuk jajan dan ada yang
bermain game di kelas. Layaknya remaja seusianya, Rudipun pergi kentin untuk
membeli eskrim. Dia membeli eskrim penyet, sejenis ayam penyet, tapi eskrim.
Saat
dia kembali kekelas, entah kenapa kelasnya tiba-tiba ramai. Apakah Yudi membuat
ulah lagi? Atau mungkin ada kuda lumping nyasar masuk kelas? Setan yang akhirnya
memikirkan bahwa pendidikan itu adalah hal nomor satu? Entahlah, dia pun
bingung, gitu juga saya sebagai orang ketiga tunggal yang biasa dibicarakan
pada saat guru Bahasa Ingin mengetahui unsur instrinsik sebuah cerpen. Padahal
aku punya nama, kanapa aku selalu disebut ‘orang ketiga tunggal’? rasis, aku
menemukan ini rasis. Tapi sudahlah..
Rudi
bingung mendapati kelasnya yang ramai tak karuan seperti masa bayaran pada saat
pesta rakyat. Lalu dia berpikir untuk mamanjat sebuah pohon, tapi dipohon itu sudah
ada Zakeus. Kenapa dikelas ada pohon?
Kenapa kalian pembaca memanggilaku orang ketiga tunggal? Kita impas disitu.
Dengan takad yang dibulatkan, sebulat lingkaran di kertas LJK ujian, di
berusaha menerobos lautan manusia. Tapi pertama dia harus bisa menerobos pantai
manusia. Setelah menerobos pantai manusia ynag penuh sesak dengan penjaja
makanan kecil, dan sampah plastik tentunya.
Setelah
berusaha keras, dia akhirnya menuju ke barisan depan, disana dia akhirnya tahu
apa yang membuat semua keramaian itu. Untuk membuat penasaran pembaca
diharapakan memikirkan jawabannya sesaat sebelum melanjutkan membaca. Atau anda
langsung saja melanjutkan membaca, saya ini cuman orang ketiga tunggal bukan
polisi.
Ternyata
Ayunda-lah penyebab semua kekacauan ini. Ternyata Ayunda sedang bernyanyi lagu
‘Perahu Kertas’ sambil bermain gitar dan diriingi oleh funky papua, yang adalah
finalis IMB favorit orang ketiga tunggal. Melihat permainan gitar Ayunda yang
dibarengi suara emas 14 karatnya membuat Rudi meleleh, begitu juga eskrim yang
dipegangnya meleleh, karena dijilat oleh Yudi.
Tiba-tiba
bel berbunyi menandakan berakhirnya
Semua orang yang tadi
berkumpul ramai, perlahan mulai sepi, mereka semua keluar dangan perasaan
bahagia yang teramat sangat. Begitu juga pak Dahlan Iskan yang entah kenapa ada
disitu.
“Wew,
kau berbakat kali ya Ayunda, jago di pelajaran, jago juga di musik” kata Rudi
kepada Ayunda
“Gak ah, Rud. Aku itu main biasa aja, masi banyak kali
orang yang lebih hebat dari pada aku” jawab Ayunda kepada Rudi
Mendengar perkataan Ayunda, makin jatuh cintalah Rudi
terhadap wanita berambut ikal panjang berkacamata ini. Berawal dari perasaan
suka, telah membawa Rudi ke rasa cinta. Apa itu cinta? Cinta adalah anak perempuan
Uya Kuya, tapi bukan jawaban ini yang dicari remaja seperti Rudi. Dia ingin
mengetahui arti cinta melalui Ayunda. Dan saat ini menurutnya, Cinta itu adalah
harapan.
Sejak saat itu, Rudi mulai ‘mengkoleksi’ foto Ayunda.
Mencari segala macam bentuk informasi tantang Ayunda. Mulai dari hobi, makes,
mikes, nama orangtua, foto instagram, tweet terakhir, status FB teranyar dan
sebagainya.
Sampai pada suatu waktu, dia memutuskan untuk mengumpulkan
duit, karena ulang tahun Ayunda sebentar lagi. Dia belum punya pekerjaan, jadi
dia memutuskan dari pada mencari uang, dia akan menabung, menabung dari mana?
Dari uang jajan hariannya. Ulang tahun Ayunda sekitar 2 bulan lagi. Jadi dia
mulai menbung dari sekarang. Hari-hari menabung, bukannlah hari yang
menyenangkan. Sering kali untuk menutup lapar, dia membeli permen untuk mencairkan
suasana mulut dan minum banyak air yang dibawa dari rumah. Hidupnya memang
terasa begitu dramatis. Tapi dari situ dia tahu, cinta itu juga tentang
perjuangan.
Hari ulang tahun Ayunda tinggal menghitung hari. Uang
yang ditabung selama ini akhirnya jatuh kepada sebuah jaket kotak kotak
berwarna merah marun. Dengan harapan, dengan jaket itu, Ayunda jadi lebih
memeperhatikan Rudi. Jaket kotak merah marun itu di bungkus dengan bungkus kado
bergambar sepasang boneka beruang yang duduk saling berpelukan, dengan maksud,
eh, ngerti lah..
KETIKA TIBA HARI ULANG TAHUN AYUNDA
KENAPA CAPSLOCKU HIDUP TERUS!! Oke, ini lebih bagus. Ketika tiba hari ulang
tahun Ayunda, semua teman sekelas merayakannya pada saat istarahat pertama,
dimeriahkan juga oleh teman teman dari kelas yang lain dan artis ibukota. Saat
bersiap untuk memberikan hadiah dia juga sudah menyiapakan mawar yang ada
tulisan” Hei, Selamat Ulang Tahun ya, Ayunda. Tetap manis selalu, ya..”
Untuk orang awam memang kata kata terdengar alay, tapi di
telinga remaja seusia Rudi, kata kata itu tetap alay. Saat dia mendekati
Ayunda, menerobos keramaian, menjaga langkahnya, tiba-tiba keramaian itu makin
menjadi, Rudi tertutup badan orang orang yang makin ramai, dia makin penasaran,
ini bukan jenis keramain yang biasa, ini jenis keramaian yang terkesan
ekstraordineri. Dia berusaha melihat melalui celah yang ada, dia berusaha
menerobos melalui bawah kaki semua orang, sampai diujung dia melihat Ayunda
berkata, ya, aku mau! Apakah kalian berpikir seperti apa yang kupikirkan atau
aku berpikir seperti apa yang kalian pikirkan? Entahla, tapi saat melihat
kejadaian itu seluruhnya, Rudi sadar, dia harus menyimpan bunga itu untuk
beberapa waktu atau mungkin untuk selamanya.
Saat kerumunan mulai berkurang dia mendekati Ayunda yang
sedang memegang tangan orang lain.
“hei Yunda, selamat ulang tahun ya..” kata Rudi kepada
Ayunda dengan suara berat sambil memberikan hadiahnya.
“eh Rudi. Mekasi banyak yaa..” jawab Ayunda.
“Iya, longlast ya..” kata Rudi lagi dengan suara yang
lebih berat
“Iya Rud. Amin!” jawab Ayunda lagi, sambil mamatahkan
hati Rudi.
Saat
berbalik di melihat telepon genggagmnya, melihat foto Ayunda, menekan pilihan,
lalu memilih ‘hapus’. Saat itu dunia terasa lebih berat. Dia melihat kebelakang
dan dia berpikir lagi arti cinta. Cinta itu bukan tentang memiliki, tapi
tentang kebahagiaan.
--TAMAT--
No comments:
Post a Comment